jump to navigation

Cara Dia Menguji Cinta Oktober 19, 2008

Posted by upay in Loveee melulu.
add a comment

Boleh jadi dia terpesona pada Anda. Tapi, bagi sebagian laki-laki, itu belum cukup untuk membuatnya mantap memilih Anda. Materi apa saja yang mereka uji, dan apa sih yang menentukan lulus dan gagal Anda di matanya.

MATRE ATAU TIDAK
Untuk mengetahui Anda materialistis atau tidak, mereka akan menguji dengan ini:

Memberi Anda hadiah murah.
Reaksi Anda: Bertanya-tanya soal harga dan tidak mau menyimpan barang tersebut. Anda gagal.
Reaksi Anda: Gembira dan hadiah itu langsung dipakai. Anda lulus.

Mengajak Anda ke tempat makan murah.
Reaksi Anda: Menolak, tidak mau makan dan pasang wajah cemberut. Anda gagal.
Reaksi Anda; Tidak keberatan dan lahap menyantap makanan. Anda lulus.

JEALOUSY TEST
Laki-laki selalu ingin tahu apakah pasangannya pencemburu berat atau tidak. Ia akan mengetes dengan cara ini:

Mengenalkan Anda pada teman perempuannya.
Reaksi Anda: Pasang wajah tidak senang dan bertanya-tanya soal perempuan itu setelah pertemuan. Anda gagal.
Reaksi Anda: Comfort saja, bahkan memuji perempuan itu di depan dia. Anda lulus.

Menelopon perempuan lain di depan Anda.
Reaksi Anda: Bersikap tenang seolah-olah hal itu bukan masalah besar. Anda lulus.
Reaksi Anda: Marah dan mengatakan bahwa Anda tidak suka dia menelepon perempuan lain. Anda gagal.

HUBUNGAN ANDA DENGAN MANTAN
Keingintahuan dia cukup besar untuk tahu adakah rasa yang tersisa di hati Anda untuk mantan. Ia akan menguji dengan cara ini:

Bertanya soal kabar terakhir mantan Anda.
Reaksi Anda: “Oh baik-baik saja, kemarin kita baru saja ketemuan.” Anda gagal.
reaksi Anda: “memang penting aku tahu kabar dia? Kan sudah ada kamu.” Anda lulus.

Bertanya bagaimana hubungan Anda dengan mantan.
Reaksi Anda: “Kami masih berteman, tapi hanya sebatas itu, karena kami punya banyak ketidakcocokan.” Anda lulus.
Reaksi Anda: “Anda marah-marah sambil mengumpat dan menghujat mantan. Anda gagal.

MENGUKUR KADAR KESETIAAN
Ia ingin mendapatkan kekasih yang setia. Ia akan mengetes kesetiaan Anda dengan cara berikut:

Pergi ke luar kota.
Reaksi Anda: Tidak pernah menghubungi dia dan memilih jalan dengan laki-laki lain. Anda gagal.
Reaksi Anda: Rutin menghubungi dia dan tidak jalan dengan laki-laki lain selama dia berada di luar kota. Anda lulus.

Meminta bantuan temannya untuk menggoda Anda.
Reaksi Anda: Menanggapi godaan temannya, bahkan Anda meninggalkan dia di tengah acara. Anda gagal.
Reaksi Anda: Menolak godaan temannya dan mengatakan Anda tidak tertarik padanya. Anda lulus.

TINGKAT KEEGOISAN
Mereka menghindar berhubungan dengan perempuan egois yang maunya menang sendiri. Bagaimana laki-laki menguji tingkat keegoisan Anda?

Mengajak ke tempat yang Anda tidak suka.
Reaksi Anda: Keukeh menolak menemani dia dan tetap memaksanya pergi ke tempat yang Anda suka. Anda gagal.
Reaksi Anda: Tidak keberatan menemani, bahkan mencoba untuk menikmati. Anda lulus.

Menolak ajakan Anda dengan alasan ada janji dengan temannya.
Reaksi Anda: Memintanya memilih antara teman atau Anda. Anda gagal.
Reaksi Anda: Memaklumi dan mengatakan kalau Anda bisa pergi dengannya di lain waktu. Anda lulus.

ALASAN ANDA MENYUKAINYA
Ia juga ingin tahu apa sebenarnya motivasi Anda menjalin hubungan dengan dia, karena uangkah, tampang atau kebaikannya? Ia akan menguji dengan ini:

Suatu hari dia mengatakan kalau dia tidak punya uang.
Reaksi Anda: Mentraktir dia makan dan nonton. Anda lulus.
Reaksi Anda: “Kalau gitu lain kali saja ya kita ketemuannya, kalau kamu sudah punya uang.” Anda gagal.

Mengajak Anda naik motor atau kendaraan umum.
Reaksi Anda: Menolak dan memilih tidak jadi pergi. Anda gagal.
Reaksi Anda: Tidak keberatan dan enjoy selama perjalanan. Anda lulus.

(Kompas.com)

Timbang Masak-masak Sebelum Teken Kontrak Oktober 19, 2008

Posted by upay in Dunia Kerja.
add a comment

Bagi mereka yang baru lulus dari universitas, dunia kerja boleh jadi merupakan babak awal di mana hidup seolah-olah memasuki “dunia nyata”. Oleh karenanya, sungguh penting bagi para lulusan yang sedang mendapatkan pekerjaan pertama untuk memperhatikan banyak hal sebelum menandatangani kontrak alias menerima pekerjaan itu.

Saran untuk membuat pertimbangan masak-masak sebelum meneken kontrak tentu tidak hanya berlaku bagi lulusan baru yang pertama kali memasuki dunia kerja. Bagi mereka yang mendapat tawaran kerja baru dari perusahaan lain, atau pindah ke tempat kerja baru untuk memulai karir yang baru, tetap penting untuk memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Pertimbangkan harapan-harapan yang realistik terhadap gaji. Jika ini kontrak kerja pertama Anda, maka sebaiknya Anda sudah punya gambaran mengenai gaji lulusan baru untuk industri yang bersangkutan, sehingga permintaan Anda sesuai proporsi. Jika kasusnya adalah Anda sedang pindah kerja untuk memulai karir baru, jangan serta-merta berasumsi bahwa Anda “berhak” atas gaji yang berlipat-lipat. Kembalikan ke tujuan utama Anda pindah kerja, di samping juga pertimbangkan kondisi perusahaan

2. Perhatikan paket(-pake) benefit yang ditawarkan. Ingat bahwa gaji Anda hanyalah salah satu komponen dari sebuah paket yang disediakan perusahaan. Jangan sungkan untuk menanyakan, apa saja benefit lain yang ditawarkan, dan bandingkan lebih baik mana dengan yang Anda terima di perusahaan sebelumnya.

3. Ingatlah sejak awal bahwa kepuasan kerja merupakan sesuatu yang lebih penting dibandingkan dengan berapa rupiah yang bisa Anda bawa pulang. Ini sering dilupakan oleh para pencari kerja pertama maupun mereka yang pindah kerja. Berapa pun gaji dan bonus yang Anda terima, kalau Anda membenci pekerjaan Anda, maka Anda tidak akan bahagia.

4. Ambilah keputusan berdasarkan situasi dan kondisi yang “nyata”, dan bukan berdasar “bagaimana seandainya”. Jangan khawatir apa yang akan terjadi jika semua itu menuntur ke jalan sukses bagi pekerjaan baru Anda. Yang penting, apa yang bisa Anda lakukan sekarang.

5. Ingatlah bahwa mencari pekerjaan adalah (bagian dari) keseluruhan pekerjaan itu sendiri. Jika Anda sedang ingin melakukan perubahan, Anda perlu sebuah pendekatan yang melihat perubahan itu seperti sebuah proyek pekerjaan. Rencanakan segala sesuatunya agar berjalan sesuai keinginan.

portalhr.com

Strategi Mengarungi Perubahan Oktober 19, 2008

Posted by upay in Dunia Kerja.
add a comment

Perkembangan teknologi yang pesat, pergerakan ekonomi yang tak menentu bak roller coaster, berbagai peristiwa merger dan akuisisi perusahaan-perusahaan, pemekaran organisasi, pengurangan tenaga kerja…Semua itu menghadapkan kita pada perubahan, yang dalam sejumlah kasus, kita alami hampir setiap hari.

Adaptasi, itulah kata kuncinya. Beradaptasi dengan situasi-situasi baru menjadi cara bertahan yang penting, tidak hanya bagi individu tapi juga organisasi. Individu maupun kelompok yang berhasil menghadapi perubahan, biasanya lebih sukses ketimbang mereka yang lambat menyikapinya. Tapi, di mana-mana, yang namanya perubahan memang menyulitkan dan menuntut orang untuk berbuat sesuatu.

Banyak hal diperlukan untuk bergerak dari situasi sekarang menuju perubahan yang diinginkan. Proses ini butuh waktu, visi, role-model, simbol-simbol dan benefit untuk semua pihak yang terlibat.

Selama masa transisi, diperlukan motivator dan pelatihan. Organisasi perlu menciptakan lingkungan yang mendorong proses belajar dan berperilaku yang baru, yang berguna bagi perusahaan untuk berubahan. Berikut strategi utama untuk sukses menghadapi perubahan bagi organisasi –yang di dalamnya termasuk individu, tim, departemen dan divisi-divisi.

1. Motivasi adalah esensinya.

Sebelum karyawan Anda benar-benar bekerja dalam situasi yang berubah, mereka harus dipersiapkan secara personal, sebaik Anda mempersiapkanya dalam tingkat organisasi. Manajemen harus sadar bahwa ritme kerja akan melambat selama masa transisi.

2. Perubahan prosedural dan kultural memerlukan kerja dengan perangkat baru persuasi, negosiasi dan proses belajar.

Persuasi memerlukan pendekatan yang “user-friendly”, yang dalam konteks ini artinya memberi kesempatan bagi karyawan untuk mengungkapkan ide-ide mereka, dan bahkan memberi kesempatan untuk berbuat kesalahan. Itu berarti, jajaran manajer yang terlibat dalam proses harus tetap berpikir positif dan mudah didekati.

Pada titik ini, para manajer sebaiknya lebih menuntun dan mendorong ketimbang mengkritisi dan menghukum. Dalam membantu karyawan menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi baru, para manajer sebaiknya tidak berasumsi “Saya benar, kamu salah”.

3. Ada imbalan untuk setiap keberhasilan.

Ingat, sukses dibangun di atas sukses itu sendiri. Dengan memberikan penghargaan bagi setiap kesuksesan, Anda akan menciptakan juara-juara internal di antara mereka yang telah berani mengambil risiko terbesar. Mereka akan menjadi role-model dan yang lain akan mengikuti di belakang.

4. Mempromosikan perubahan lewat workshop.

Bagian dari proses perubahan adalah mengantarkan teambuilding dan workshop tentang management development sebagai alat untuk mempromosikan perubahan, sekaligus ajang di mana Anda bisa mendapatkan masukan yang diperlukan, dan bekerja dengan gaya-gaya manajemen yang berbeda.

5. Meluncurkan program manajemen perubahan.

Untuk perusahaan-perusahaan yang lebih besar, mungkin perlu menciptakan semacam drama. Luangkan satu hari penuh untuk sebuah acara –misalnya pameran atau semacamnya– yang melibatkan sebanyak mungkin orang. Sekaligus, membuat semua orang gembira dan termotivasi, mendorong partisipasi dan ide-ide dari mereka, yang disertai dengan sarana-sarana yang memastikan mereka akan terlibat dalam proses.

6. Kerbesamaan adalah kebutuhan.

Kebersamaan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan, sering dianggap sebagai sesuatu yang tercipta secara otomatis. Ini merupakan kesalahan fatal. Mulailah dari atas; level tertinggi dalam organisasi harus setuju pada nilai-nilai dan perubahan kultural yang diinginkan. Lalu, mereka mengkomunikasikannya ke level lain. Anda harus yakin bahwa kata-kata dan slogan-slogan yang digunakan memiliki makna yang sama di semua level.

Jika semua itu telah diterapkan, perubahan bisa menggembirakan. Dan, jika dikelola dengan benar, akan menjadi komponen vital bagi kekuatan dan kelangsungan pertumbuhan organisasi. Silakan mencoba.

portalhr.com

Strategi Memaksimalkan Pendapatan Oktober 19, 2008

Posted by upay in Dunia Kerja.
add a comment

Sebagian orang mungkin merasa tabu untuk mengakui, bahwa mereka bekerja untuk mengumpulkan banyak uang. Pada kenyataannya, kita memang selalu bertemu dengan orang-orang yang bekerja tidak (semata-mata) demi uang, melainkan lebih sebagai simbol status, atau sarana eksistensi diri. Tentu, kalangan yang disebut terakhir itu adalah mereka yang tidak memiliki masalah dengan pendapatan, atau setidaknya punya pendapatan yang lebih. Mereka, dengan demikian, juga tidak lagi memiliki masalah dalam memenuhi tuntutan gaya hidup yang mereka pilih.

Kalau boleh memilih, tentu siapa pun akan memilih bekerja demi status dan bukannya demi uang. Tapi, jika kondisi tidak memungkinkan, bukan berarti tidak ada langkah yang bisa dilakukan demi mewujudkan dambaan itu. Siapa sih yang tidak ingin, bekerja dengan pendapatan yang lebih, sehingga masalah keuangan tak pernah lagi “ngrecoki”, dan kita tinggal memikirkan “kesenangan”? Joshua Kennon lewat bukunya yang berjudul How to Become Wealthy: Nine Truths That Can Set You on the Path to Financial Freedom bisa menjadi salah satu rujukan yang akan membantu Anda mendapatkan uang yang lebih banyak sesuai keinginan.

Sebelum melangkah lebih jauh ke tataran praktis, Anda perlu terlebih dahulu menyetujui bahwa langkah pertama yang diperlukan untuk mendapatkan uang lebih banyak adalah mengubah cara berpikir Anda tentang uang itu sendiri.

Uang adalah sesuatu yang dibayarkan kepada Anda untuk kerja yang telah Anda lakukan demi tercapainya tujuan perusahaan. Atau, uang adalah gaji yang Anda bayarkan kepada Anda sendiri sebagai business person yang memperjakan diri pada seseorang (pengusaha). Dia, uang itu, sama sekali bukanlah akar dari segala kejahatan atau penderitaan di dunia. Dia semata-mata alat yang memungkinkan Anda memenuhi standar hidup yang telah Anda tetapkan sendiri.

Uang memungkinkan Anda menyediakan kebutuhan-kebutuhan dasar bagi keluarga Anda, serta membesarkan dan mendidik anak-anak Anda. Uang juga memungkinkan Anda untuk beramal sesuai keyakinan Anda. Uang memberi kesempatan Anda untuk melakukan perjalanan jauh, dan mewujudkan hal-hal yang Anda inginkan dalam hidup ini, hobi, ketertarikan dan lain-lain. Uang membuat Anda bisa hidup tenang di masa pensiun nanti.

Arti dari semua itu tak lain, menginginkan untuk mendapatkan uang lebih banyak bukan hanya baik, melainkan juga penting bagi berbagai rencana yang telah Anda buat. Meminta gaji lebih tinggi ketika mendapat tawaran kerja baru merupakan hal yang wajar. Meminta kenaikan gaji pada perusahaan tempat Anda kerja sekarang tak ada salahnya. Begitu pula dengan memilih karir yang memberikan gaji tinggi, sah-sah saja.

Langkah berikutnya, mengubah cara berpikir Anda tentang diri Anda sendiri berkaitan dengan uang.

Kalau Anda tidak ingin mendefinisikan karakter Anda berdasarkan banyaknya uang yang Anda dapatkan, Anda perlu berpikir sebaliknya: apapun yang Anda dapatkan, Anda memang layak mendapatkannya. Persiapkan diri untuk membuat pilihan-pilihan dalam karir yang bisa mempertinggi kemampuan untuk mendapatkan uang lebih banyak. Meminta kenaikan gaji merupakan hal yang menakutkan memang, tapi jika Anda tidak pernah memintanya, maka Anda akan diam di tempat, dan perusahaan merasa sudah cukup menggaji Anda.

Lalu, dari mana memulai usaha untuk memaksimalkan pendapatan?

Pertama, tentu saja, pilihlah karir yang paling memungkinkan Anda untuk mendapatkan pendapatan besar.

Pekerjaan tertentu, kita tahu, bergaji lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya. Jika uang penting bagi Anda, pilihlah pekerjaan yang akan memberi Anda bayaran sesuai yang ingin Anda dapatkan. Atau, buktikan bahwa Anda akan melakukan sesuatu yang luar biasa untuk mendapatkan uang banyak dari karir yang telah Anda pilih. Anda juga bisa melakukan kerja sambilan, mengambil pekerjaan paroh waktu di samping pekerjaan utama, atau memulai bisnis sendiri.

Jika Anda karyawan yang baik dan pekerja keras, jangan pasif dan menunggu, cobalah lakukan hal-hal di bawah ini:

–negosiasi dengan pimpinan perusahaan berapa besaran gaji yang Anda inginkan, jika Anda karyawan baru.

–mintalah kenaikan gaji secara reguler setiap Anda bisa memperlihatkan bahwa hasil kerja Anda memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

–ekspresikan ambisi-ambisi karir Anda, dan apa yang Anda yakin akan bisa Anda lakukan untuk membantu keberhasilan perusahaan. Tunjukkan komitmen pada atasan. Setiap perusahaan memiliki daftar karyawan unggulan; pastikan Anda ada di situ sebagai langkah awal untuk memaksimalkan pendapatan Anda.

portalhr.com

Hal-hal yang Merisaukan Para Pencari Kerja Oktober 19, 2008

Posted by upay in Dunia Kerja.
add a comment

Apakah jabatan yang saya inginkan realistis? Bolehkah mengirimkan lamaran kerja ke perusahaan yang tidak sedang membuka lowongan? Apakah berkas lamaran kerja harus di-print berwarna agar lebih diperhatikan oleh HRD?

Ketika menyiapkan aplikasi untuk melamar pekerjaan, orang sering dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang merisaukan seperti itu, yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kerisauan-kerisauan tersebut sudah menjadi klasik sehingga justru kontraproduktif. Berikut sejumlah pertanyaan yang paling sering diajukan oleh para pencari kerja.

Temukan jawabannya sehingga Anda bisa mempersiapkan diri sejak dini, dan lebih bisa memastikan apakah usaha Anda telah berada di jalan yang benar.

1. Bagaimana saya tahu, pekerjaan yang saya inginkan sesuai dengan kemampuan saya?

Satu-satunya cara untuk memastikannya adalah dengan menengok kembali ke masa awal Anda mencari kerja dan melihat apa yang� Anda dapat sekarang. Jika Anda mendapati diri Anda seperti membentur dinding –baik ketika mencari kerja lewat lembaga jasa penempatan, networking maupun internet– maka sadarilah bahwa cita-cita Anda tidak sesuai dengan realitas pasar. Artinya, Anda perlu menurunkan atau memikirkan kembali skala target Anda.

2. Saya ingin bekerja di Perusahaan A, tapi perusahaan tersebut tidak memasang info lowongan kerja, bagaimana cara terbaik untuk mendekatinya?

Cara terbaik adalah selalu mencoba (memanfaatkan) jaringan yang terhubung dengan perusahaan itu. Bisa melalui teman Anda, atau temannya teman Anda, yang jelas dia bisa memperkenalkan Anda dengan “orang dalam” perusahaan yang ingin Anda tuju. Orang tersebut tak harus berasal dari bagian atau departemen yang Anda inginkan.

Yang Anda perlukan hanya nama yang bisa mengubungkan Anda dengan pihak yang tepat. Setelah Anda mendapatkan nama, tulislah pesan yang mengungkapkan maksud Anda, dan menindaklanjutinya dengan menelepon. Tapi, jangan langsung bicara tentang pekerjaan melainkan mintalah kesempatan untuk bertemu.

3. Adakah sesuatu yang bisa dilakukan untuk membuat resume saya lebih menonjol dibandingkan yang lain?

Sebenarnya tak banyak yang bisa Anda lakukan untuk mempercantik sebuah resume sehingga berbeda dari yang lain. Memakai tipografi yang tak biasa atau cetak-berwarna memang membuat resume Anda beda, tapi pengusaha concern dengan isi.

Kadang metode pengiriman tertentu lebih menyita perhatian, tapi dalam kompetisi yang ketat hal itu pun tak membantu. Hal terpenting adalah menyebutkan keahlian khusus yang Anda miliki dalam resume tersebut, yang relevan dengan posisi yang Anda incar.

4. Apa kesalahan paling umum yang dilakukan oleh pencari kerja dalam resume mereka?

Kesalahan paling umum, sejauh ini, mencantumkan sebanyak-banyaknya fungsi dan tanggung jawab yang pernah dipegang di perusahaan sebelumnya. Satu saja fungsi dan tanggung jawab yang spesifik akan lebih membuat orang terkesan akan kemampuan Anda, dan secara otomatis lebih membantu orang lain mendeteksi kesesuaian Anda dengan perusahaan/jabatan yang sedang Anda lamar.

Kesalahan kedua, tidak cukup spesifik ketika menyebutkan kemampuan yang dimiliki. Perusahaan lebih tertarik dengan hal-hal khusus yang Anda kuasai.

5. Bagaimana cara terbaik membangun network?

Tak ada cara “terbaik”. Namun, yang penting adalah bagaimana memberdayakan semua sumber: keluarga, sahabat, asosiasi bisnis, mantan teman sekelas dan sebagainya. Anda harus berusaha “terlihat” dan tempatkan diri dalam berbagai situasi yang memberi Anda kesempatan untuk bertemu orang-orang baru.

Terpenting dari semua itu, ketika kesempatan telah didapat, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Buatlah orang tahu apa yang sedang Anda cari.

6. Apa nasihat terpenting untuk orang yang akan memenuhi panggilan wawancara kerja?

Senantiasi tempatkan diri sesuai dengan orang yang mewawancarai. Ingatlah apa yang dia inginkan dari Anda: memastikan apakah Anda memiliki keahlian, atribut personal dan motivasi yang mendukung sukses dalam kerja. Yang harus Anda “jual” selama wawancara kerja adalah elemen-elemen itu: keahlian dan personalitas yang dapat memberi sumbangan penting untuk perusahaan yang sedang mewawancarai Anda.

7. Seberapa jauh saya harus jujur dalam menjawab pertanyaan wawancara kerja?

Pada dasarnya, tentu, harus sejujur mungkin, sebenar mungkin. Tapi, tergantung juga dengan pertanyaan yang diajukan. Untuk pertanyaan yang jawabannya membutuhkan lebih banyak opini pribadi, misalnya, tentu tidak bisa diukur dengan salah atau benar, melainkan jawablah dengan meyakinkan. Intinya, tampilkan diri “sebenar” mungkin. Sekali Anda tampak meragukan, maka semua yang Anda katakan selama wawancara akan membuat pewawancara ragu.

8. Jika pewawancara memperlakukan saya secara tidak menyenangkan, apa yang harus saya lakukan?

Pertama, pastikan dulu apakah tindakan itu bagian dari skenario wawancara –misalnya, sengaja untuk menguji respon Anda terhadap tekanan. Ini memang jarang dilakukan, tapi bisa saja terjadi ketika kemampuan untuk bertahan di bawah tekanan merupakan kualifikasi yang dituntut oleh jabatan yang sedang Anda lamar.

Namun, jika yang Anda hadapi memang seorang pewawancara yang pada dasarnya “kurang ajar”, tetaplah bersikap tenang, dan profesional. Dan, beruntunglah karena Anda tidak akan berurusan lagi dengan orang tersebut setelah wawancara selesai.

portalhr.com