Strategi Mengarungi Perubahan Oktober 19, 2008
Posted by upay in Dunia Kerja.add a comment
Perkembangan teknologi yang pesat, pergerakan ekonomi yang tak menentu bak roller coaster, berbagai peristiwa merger dan akuisisi perusahaan-perusahaan, pemekaran organisasi, pengurangan tenaga kerja…Semua itu menghadapkan kita pada perubahan, yang dalam sejumlah kasus, kita alami hampir setiap hari.
Adaptasi, itulah kata kuncinya. Beradaptasi dengan situasi-situasi baru menjadi cara bertahan yang penting, tidak hanya bagi individu tapi juga organisasi. Individu maupun kelompok yang berhasil menghadapi perubahan, biasanya lebih sukses ketimbang mereka yang lambat menyikapinya. Tapi, di mana-mana, yang namanya perubahan memang menyulitkan dan menuntut orang untuk berbuat sesuatu.
Banyak hal diperlukan untuk bergerak dari situasi sekarang menuju perubahan yang diinginkan. Proses ini butuh waktu, visi, role-model, simbol-simbol dan benefit untuk semua pihak yang terlibat.
Selama masa transisi, diperlukan motivator dan pelatihan. Organisasi perlu menciptakan lingkungan yang mendorong proses belajar dan berperilaku yang baru, yang berguna bagi perusahaan untuk berubahan. Berikut strategi utama untuk sukses menghadapi perubahan bagi organisasi –yang di dalamnya termasuk individu, tim, departemen dan divisi-divisi.
1. Motivasi adalah esensinya.
Sebelum karyawan Anda benar-benar bekerja dalam situasi yang berubah, mereka harus dipersiapkan secara personal, sebaik Anda mempersiapkanya dalam tingkat organisasi. Manajemen harus sadar bahwa ritme kerja akan melambat selama masa transisi.
2. Perubahan prosedural dan kultural memerlukan kerja dengan perangkat baru persuasi, negosiasi dan proses belajar.
Persuasi memerlukan pendekatan yang “user-friendly”, yang dalam konteks ini artinya memberi kesempatan bagi karyawan untuk mengungkapkan ide-ide mereka, dan bahkan memberi kesempatan untuk berbuat kesalahan. Itu berarti, jajaran manajer yang terlibat dalam proses harus tetap berpikir positif dan mudah didekati.
Pada titik ini, para manajer sebaiknya lebih menuntun dan mendorong ketimbang mengkritisi dan menghukum. Dalam membantu karyawan menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi baru, para manajer sebaiknya tidak berasumsi “Saya benar, kamu salah”.
3. Ada imbalan untuk setiap keberhasilan.
Ingat, sukses dibangun di atas sukses itu sendiri. Dengan memberikan penghargaan bagi setiap kesuksesan, Anda akan menciptakan juara-juara internal di antara mereka yang telah berani mengambil risiko terbesar. Mereka akan menjadi role-model dan yang lain akan mengikuti di belakang.
4. Mempromosikan perubahan lewat workshop.
Bagian dari proses perubahan adalah mengantarkan teambuilding dan workshop tentang management development sebagai alat untuk mempromosikan perubahan, sekaligus ajang di mana Anda bisa mendapatkan masukan yang diperlukan, dan bekerja dengan gaya-gaya manajemen yang berbeda.
5. Meluncurkan program manajemen perubahan.
Untuk perusahaan-perusahaan yang lebih besar, mungkin perlu menciptakan semacam drama. Luangkan satu hari penuh untuk sebuah acara –misalnya pameran atau semacamnya– yang melibatkan sebanyak mungkin orang. Sekaligus, membuat semua orang gembira dan termotivasi, mendorong partisipasi dan ide-ide dari mereka, yang disertai dengan sarana-sarana yang memastikan mereka akan terlibat dalam proses.
6. Kerbesamaan adalah kebutuhan.
Kebersamaan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan, sering dianggap sebagai sesuatu yang tercipta secara otomatis. Ini merupakan kesalahan fatal. Mulailah dari atas; level tertinggi dalam organisasi harus setuju pada nilai-nilai dan perubahan kultural yang diinginkan. Lalu, mereka mengkomunikasikannya ke level lain. Anda harus yakin bahwa kata-kata dan slogan-slogan yang digunakan memiliki makna yang sama di semua level.
Jika semua itu telah diterapkan, perubahan bisa menggembirakan. Dan, jika dikelola dengan benar, akan menjadi komponen vital bagi kekuatan dan kelangsungan pertumbuhan organisasi. Silakan mencoba.
portalhr.com
Strategi Memaksimalkan Pendapatan Oktober 19, 2008
Posted by upay in Dunia Kerja.add a comment
Sebagian orang mungkin merasa tabu untuk mengakui, bahwa mereka bekerja untuk mengumpulkan banyak uang. Pada kenyataannya, kita memang selalu bertemu dengan orang-orang yang bekerja tidak (semata-mata) demi uang, melainkan lebih sebagai simbol status, atau sarana eksistensi diri. Tentu, kalangan yang disebut terakhir itu adalah mereka yang tidak memiliki masalah dengan pendapatan, atau setidaknya punya pendapatan yang lebih. Mereka, dengan demikian, juga tidak lagi memiliki masalah dalam memenuhi tuntutan gaya hidup yang mereka pilih.
Kalau boleh memilih, tentu siapa pun akan memilih bekerja demi status dan bukannya demi uang. Tapi, jika kondisi tidak memungkinkan, bukan berarti tidak ada langkah yang bisa dilakukan demi mewujudkan dambaan itu. Siapa sih yang tidak ingin, bekerja dengan pendapatan yang lebih, sehingga masalah keuangan tak pernah lagi “ngrecoki”, dan kita tinggal memikirkan “kesenangan”? Joshua Kennon lewat bukunya yang berjudul How to Become Wealthy: Nine Truths That Can Set You on the Path to Financial Freedom bisa menjadi salah satu rujukan yang akan membantu Anda mendapatkan uang yang lebih banyak sesuai keinginan.
Sebelum melangkah lebih jauh ke tataran praktis, Anda perlu terlebih dahulu menyetujui bahwa langkah pertama yang diperlukan untuk mendapatkan uang lebih banyak adalah mengubah cara berpikir Anda tentang uang itu sendiri.
Uang adalah sesuatu yang dibayarkan kepada Anda untuk kerja yang telah Anda lakukan demi tercapainya tujuan perusahaan. Atau, uang adalah gaji yang Anda bayarkan kepada Anda sendiri sebagai business person yang memperjakan diri pada seseorang (pengusaha). Dia, uang itu, sama sekali bukanlah akar dari segala kejahatan atau penderitaan di dunia. Dia semata-mata alat yang memungkinkan Anda memenuhi standar hidup yang telah Anda tetapkan sendiri.
Uang memungkinkan Anda menyediakan kebutuhan-kebutuhan dasar bagi keluarga Anda, serta membesarkan dan mendidik anak-anak Anda. Uang juga memungkinkan Anda untuk beramal sesuai keyakinan Anda. Uang memberi kesempatan Anda untuk melakukan perjalanan jauh, dan mewujudkan hal-hal yang Anda inginkan dalam hidup ini, hobi, ketertarikan dan lain-lain. Uang membuat Anda bisa hidup tenang di masa pensiun nanti.
Arti dari semua itu tak lain, menginginkan untuk mendapatkan uang lebih banyak bukan hanya baik, melainkan juga penting bagi berbagai rencana yang telah Anda buat. Meminta gaji lebih tinggi ketika mendapat tawaran kerja baru merupakan hal yang wajar. Meminta kenaikan gaji pada perusahaan tempat Anda kerja sekarang tak ada salahnya. Begitu pula dengan memilih karir yang memberikan gaji tinggi, sah-sah saja.
Langkah berikutnya, mengubah cara berpikir Anda tentang diri Anda sendiri berkaitan dengan uang.
Kalau Anda tidak ingin mendefinisikan karakter Anda berdasarkan banyaknya uang yang Anda dapatkan, Anda perlu berpikir sebaliknya: apapun yang Anda dapatkan, Anda memang layak mendapatkannya. Persiapkan diri untuk membuat pilihan-pilihan dalam karir yang bisa mempertinggi kemampuan untuk mendapatkan uang lebih banyak. Meminta kenaikan gaji merupakan hal yang menakutkan memang, tapi jika Anda tidak pernah memintanya, maka Anda akan diam di tempat, dan perusahaan merasa sudah cukup menggaji Anda.
Lalu, dari mana memulai usaha untuk memaksimalkan pendapatan?
Pertama, tentu saja, pilihlah karir yang paling memungkinkan Anda untuk mendapatkan pendapatan besar.
Pekerjaan tertentu, kita tahu, bergaji lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya. Jika uang penting bagi Anda, pilihlah pekerjaan yang akan memberi Anda bayaran sesuai yang ingin Anda dapatkan. Atau, buktikan bahwa Anda akan melakukan sesuatu yang luar biasa untuk mendapatkan uang banyak dari karir yang telah Anda pilih. Anda juga bisa melakukan kerja sambilan, mengambil pekerjaan paroh waktu di samping pekerjaan utama, atau memulai bisnis sendiri.
Jika Anda karyawan yang baik dan pekerja keras, jangan pasif dan menunggu, cobalah lakukan hal-hal di bawah ini:
–negosiasi dengan pimpinan perusahaan berapa besaran gaji yang Anda inginkan, jika Anda karyawan baru.
–mintalah kenaikan gaji secara reguler setiap Anda bisa memperlihatkan bahwa hasil kerja Anda memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
–ekspresikan ambisi-ambisi karir Anda, dan apa yang Anda yakin akan bisa Anda lakukan untuk membantu keberhasilan perusahaan. Tunjukkan komitmen pada atasan. Setiap perusahaan memiliki daftar karyawan unggulan; pastikan Anda ada di situ sebagai langkah awal untuk memaksimalkan pendapatan Anda.
portalhr.com
Hal-hal yang Merisaukan Para Pencari Kerja Oktober 19, 2008
Posted by upay in Dunia Kerja.add a comment
Apakah jabatan yang saya inginkan realistis? Bolehkah mengirimkan lamaran kerja ke perusahaan yang tidak sedang membuka lowongan? Apakah berkas lamaran kerja harus di-print berwarna agar lebih diperhatikan oleh HRD?
Ketika menyiapkan aplikasi untuk melamar pekerjaan, orang sering dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang merisaukan seperti itu, yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kerisauan-kerisauan tersebut sudah menjadi klasik sehingga justru kontraproduktif. Berikut sejumlah pertanyaan yang paling sering diajukan oleh para pencari kerja.
Temukan jawabannya sehingga Anda bisa mempersiapkan diri sejak dini, dan lebih bisa memastikan apakah usaha Anda telah berada di jalan yang benar.
1. Bagaimana saya tahu, pekerjaan yang saya inginkan sesuai dengan kemampuan saya?
Satu-satunya cara untuk memastikannya adalah dengan menengok kembali ke masa awal Anda mencari kerja dan melihat apa yang� Anda dapat sekarang. Jika Anda mendapati diri Anda seperti membentur dinding –baik ketika mencari kerja lewat lembaga jasa penempatan, networking maupun internet– maka sadarilah bahwa cita-cita Anda tidak sesuai dengan realitas pasar. Artinya, Anda perlu menurunkan atau memikirkan kembali skala target Anda.
2. Saya ingin bekerja di Perusahaan A, tapi perusahaan tersebut tidak memasang info lowongan kerja, bagaimana cara terbaik untuk mendekatinya?
Cara terbaik adalah selalu mencoba (memanfaatkan) jaringan yang terhubung dengan perusahaan itu. Bisa melalui teman Anda, atau temannya teman Anda, yang jelas dia bisa memperkenalkan Anda dengan “orang dalam” perusahaan yang ingin Anda tuju. Orang tersebut tak harus berasal dari bagian atau departemen yang Anda inginkan.
Yang Anda perlukan hanya nama yang bisa mengubungkan Anda dengan pihak yang tepat. Setelah Anda mendapatkan nama, tulislah pesan yang mengungkapkan maksud Anda, dan menindaklanjutinya dengan menelepon. Tapi, jangan langsung bicara tentang pekerjaan melainkan mintalah kesempatan untuk bertemu.
3. Adakah sesuatu yang bisa dilakukan untuk membuat resume saya lebih menonjol dibandingkan yang lain?
Sebenarnya tak banyak yang bisa Anda lakukan untuk mempercantik sebuah resume sehingga berbeda dari yang lain. Memakai tipografi yang tak biasa atau cetak-berwarna memang membuat resume Anda beda, tapi pengusaha concern dengan isi.
Kadang metode pengiriman tertentu lebih menyita perhatian, tapi dalam kompetisi yang ketat hal itu pun tak membantu. Hal terpenting adalah menyebutkan keahlian khusus yang Anda miliki dalam resume tersebut, yang relevan dengan posisi yang Anda incar.
4. Apa kesalahan paling umum yang dilakukan oleh pencari kerja dalam resume mereka?
Kesalahan paling umum, sejauh ini, mencantumkan sebanyak-banyaknya fungsi dan tanggung jawab yang pernah dipegang di perusahaan sebelumnya. Satu saja fungsi dan tanggung jawab yang spesifik akan lebih membuat orang terkesan akan kemampuan Anda, dan secara otomatis lebih membantu orang lain mendeteksi kesesuaian Anda dengan perusahaan/jabatan yang sedang Anda lamar.
Kesalahan kedua, tidak cukup spesifik ketika menyebutkan kemampuan yang dimiliki. Perusahaan lebih tertarik dengan hal-hal khusus yang Anda kuasai.
5. Bagaimana cara terbaik membangun network?
Tak ada cara “terbaik”. Namun, yang penting adalah bagaimana memberdayakan semua sumber: keluarga, sahabat, asosiasi bisnis, mantan teman sekelas dan sebagainya. Anda harus berusaha “terlihat” dan tempatkan diri dalam berbagai situasi yang memberi Anda kesempatan untuk bertemu orang-orang baru.
Terpenting dari semua itu, ketika kesempatan telah didapat, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Buatlah orang tahu apa yang sedang Anda cari.
6. Apa nasihat terpenting untuk orang yang akan memenuhi panggilan wawancara kerja?
Senantiasi tempatkan diri sesuai dengan orang yang mewawancarai. Ingatlah apa yang dia inginkan dari Anda: memastikan apakah Anda memiliki keahlian, atribut personal dan motivasi yang mendukung sukses dalam kerja. Yang harus Anda “jual” selama wawancara kerja adalah elemen-elemen itu: keahlian dan personalitas yang dapat memberi sumbangan penting untuk perusahaan yang sedang mewawancarai Anda.
7. Seberapa jauh saya harus jujur dalam menjawab pertanyaan wawancara kerja?
Pada dasarnya, tentu, harus sejujur mungkin, sebenar mungkin. Tapi, tergantung juga dengan pertanyaan yang diajukan. Untuk pertanyaan yang jawabannya membutuhkan lebih banyak opini pribadi, misalnya, tentu tidak bisa diukur dengan salah atau benar, melainkan jawablah dengan meyakinkan. Intinya, tampilkan diri “sebenar” mungkin. Sekali Anda tampak meragukan, maka semua yang Anda katakan selama wawancara akan membuat pewawancara ragu.
8. Jika pewawancara memperlakukan saya secara tidak menyenangkan, apa yang harus saya lakukan?
Pertama, pastikan dulu apakah tindakan itu bagian dari skenario wawancara –misalnya, sengaja untuk menguji respon Anda terhadap tekanan. Ini memang jarang dilakukan, tapi bisa saja terjadi ketika kemampuan untuk bertahan di bawah tekanan merupakan kualifikasi yang dituntut oleh jabatan yang sedang Anda lamar.
Namun, jika yang Anda hadapi memang seorang pewawancara yang pada dasarnya “kurang ajar”, tetaplah bersikap tenang, dan profesional. Dan, beruntunglah karena Anda tidak akan berurusan lagi dengan orang tersebut setelah wawancara selesai.
portalhr.com
9 Hal tentang Karir Masa Depan Oktober 19, 2008
Posted by upay in Dunia Kerja.add a comment
Jika Anda baru lulus –atau masih calon– dari pendidikan tinggi, maka Anda sebenarnya tidak tahu banyak, seperti apa hari-hari yang akan Anda lewati di kantor –jika nanti Anda mendapatkan pekerjaan. Akan seperti apa pekerjaan Anda? Apa yang akan diharapkan oleh bos dan kolega terhadap diri Anda? Dunia kerja sedang mengalami perubahan dengan sangat drastis. Tipikal tempat kerja pada 2007 tampak sangat berbeda dari tipikal kantor pada 20 tahun yang lalu. Teknologi baru dan perubahan gaya hidup menuntut Anda untuk bekerja dengan cara yang berbeda dari orangtua Anda dulu.
Inilah kecenderungan utama yang perlu Anda cermati
1. Lingkungan kerja telah berubah. Dengan teknologi baru, orang bisa bekerja dengan lebih cerdas, dan menggunakan waktu lebih sedikit untuk hal-hal yang tidak produktif. Secara global, pekerja menghabiskan rata-rata satu jam untuk pergi ke kantor. Tapi, makin luas dan cepatnya koneksi internet memungkinkan mereka bekerja sedikitnya sekali dalam seminggu dari rumah, dan itu menghemat dua jam perjalanan ke kantor per hari.
Sebuah survei baru di Inggris memperlihatkan bahwa hampir separo dari perusahaan terbaik mengizinkan karyawan untuk mengerjakan tugas mereka di rumah. Tentu saja bekerja dari rumah menimbulkan pertanyaan, seperti bagaimana yang bersangkutan bisa fokus dan produktif. Tapi, teknologi juga mengatasi masalah itu dengan solusi-solusi seperti workstreaming, di mana orang bisa dipantau oleh atasan dengan perangkat online.
Seiring makin banyaknya karyawan yang bekerja dari rumah dan melahirkan apa yang disebut kantor virtual, banyak perusahaan mengurangi ruangan untuk karyawan. Bahkan, banyak karyawan kini tak punya meja di kantor. Mereka membawa laptop ke mana-mana, dari rumah ke kantor dan ketika bertemu klien. Di kantor, mereka bisa memakai meja mana saja yang tersedia. Bagi perusahaan, ini mengurangi biaya untuk listrik dan sewa ruang.
Pada sisi lain, ketika banyak perusahaan “mempersempit” kantor mereka, sejumlah perusahaan lain memperbanyak fasilitas untuk menarik talent terbaik mereka. Google misalnya, menyediakan kafetaria, salon, bengkel mobil, kelas bahasa, kelas senam dan voli pantai. Perusahaan lain berusaha menyediakan fasilitas-fasilitas khusus.
2. Selain lingkungan kerja, waktu untuk bekerja pun berubah. Rumus lama jam kerja, dari 9 hingga 5, kini ditantang untuk lebih fleksibel. Pada hari-hari tertentu, Anda harus menyelesaikan laporan sehingga pulang agak malam. Pada hari lain, Anda bisa pulang cepat untuk pergi ke tempat fitnes atau nonton pekan pemutaran film bersama teman-teman. Fleksibilitas menjadi aturan main baru yang dituntut di mana-mana. Jam kerja yang fleksibel tidak hanya memungkinkan Anda bekerja sesuai permintaan, tapi juga ketika suatu hari Anda bekerja lebih lama, Anda bisa mengambil libur sebagai gantinya pada hari lain.
Masih berkaitan dengan fleksibilitas kerja, kini makin banyak perusahaan yang memberikan cuti panjang bagi karyawan. Ini fasilitas yang menarik terutama bagi generasi muda –generasi Anda– yang ingin punya kesempatan sekali dalam setahun untuk bepergian jauh.
3. Sekarang, bagaimana dengan pekerjaan itu sendiri? Teknologi menjadi faktor terpenting. Makna “bekerja” berubah secara dramatis seiring dengan perubahan pada penggunaan teknologi. Sejumlah pekerjaan menjadi kuno, dan pekerjaan baru, muncul. Kini, kita menggunakan email, mengirim pesan instan, melakukan riset secara online dan memanfaatkan program-program komputer otomatis untuk menyelesaikan pekerjaan.
Anda akan memasuki dunia kerja yang telah diwarnai dengan pertumbuhan komputer game, dan sambil bekerja Anda berkirim SMS dan pesan instan kepada teman-teman. Anda diperhitungkan sebagai generasi yang memiliki perangkat skill yang menuntut bos Anda untuk mengelolanya –generasi serba bisa, dan memiliki sedikit kesabaran untuk meeting panjang.
4. Jadi, Anda diharapkan lebih berdaya dan lebih bagus dalam memecahkan persoalan –dibandingkan generasi pendahulu Anda. Tentu saja, jika teknologi dengan sangat efektif bisa meningkatkan efisiensi kerja, dia juga bisa mengganggu produktivitas. Teknologi membawa dampak (buruk) di kantor. Pekerja kini punya jaringan email yang harus selalu dicek, ada video-video dari YouTube yang bisa dilihat setiap saat, dan game realitas virtual yang bisa dimainkan sambil bekerja. Semua itu menuntut perusahaan untuk melakukan pengawasan, dan bila perlu tindakan pencegahan.
5. Bagaimana dengan gaji? Penting untuk diketahui sejak dini, meskipun harapan terhadap diri Anda terus meningkat, tapi gaji rupanya belum mengikuti. Berbagai riset menunjukkan, kesenjangan (gaji) antara top management dengan karyawan “biasa” masih akan lebar. Jadi, Anda harus tetap kerja keras dan mencapai puncak untuk mendapatkan gaji tinggi.
6. Yang jelas, kini Anda tahu bahwa kaum pengusaha telah dan semakin peka untuk membahagiakan karyawan dengan berbagai bentuk fasilitas. Namun, Anda juga perlu tahu bahwa kini mulai muncul kader baru karyawan yang bekerja pada bidang-bidang pekerjaan yang ekstrem. Extreme job. Harvard Business Review mendefinisikannya sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh para profesional bergaji tinggi yang bekerja dengan gila: cepat, dibawah deadline ketat, bekerja sampai di luar jam kerja reguler, siap sedia untuk klien 24 jam sehari 7 hari seminggu, berada di kantor sedikitnya 10 jam sehari, sering bepergian, pekerjaan mengandung banyak hal tak terduga, dan memiliki tanggung jawab yang luas.
7. Fakta-fakta: The Hidden Brain Drain Task Force, sebuah kelompok pemantau tren dunia kerja di AS mensurvei 6% individu bergaji paling tinggi secara global. Hampir 10% dari para super worker itu menghabiskan lebih dari 100 jam setiap minggu untuk pekerjaan mereka. Empatpuluh dua persen mengambil 10 hari libur setiap tahun, dan beberapa dari mereka mengaku selalu menunda rencana liburan mereka.
8. Apakah Anda terobsesi menjadi pekerja ekstrem seperti itu? Sejumlah pengusaha yang smart, bagaimana pun, akan mencermati efek-efek jangka panjang dari pekerjaan-pekerjaan ekstrem dan mendorong para pekerja-super itu untuk lebih memperhatikan keseimbangan hidup dan kerja.
9. Ngomong-ngomong, apa karir masa depan yang tengah atau akan Anda incar? Mungkin akuntan, manajer, tenaga pemasaran, atau peneliti? Atau, mungkin Anda baru saja merasa bahwa Anda punya energi besar untuk mencoba pekerjaan ekstrem? Permintaan terhadap pekerjaan ekstrem memang akan terus meningkat, tapi jika kita melihat lebih jauh ke depan, pekerjaan-pekerjaan baru yang eksotik akan lebih terbuka.
portalhr.com
Hindari Penghambat Karir Oktober 19, 2008
Posted by upay in Dunia Kerja.add a comment
Siapapun pasti ingin memiliki karir yang lebih oke dan ‘cemerlang’. Rasanya apapun akan Anda lakukan asal bisa ‘mendongkrak’ karir Anda. Nah jika Anda ingin karir yang oke, ada baiknya Anda ketahui apa saja yang bisa menghambat karir Anda. Sehingga Anda bisa menghindarinya sejak awal. Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat mengganjal dan menghambat karir Anda:
Sering mengeluh
Orang-orang yang sering mengeluh adalah mereka yang tidak bisa menghandle masalahnya sendiri. Mereka selalu mengeluh setiap kali ada kesempatan. Entah mengeluh tentang pekerjaan yang menumpuk, bos yang menyebalkan, atau mengeluhkan fasilitas yang kurang. Hati-hati loh, semakin sering Anda mengeluh semakin buruk kinerja Anda. Dan ini membuka peluang pula pada buruknya penilaian terhadap Anda.
Menyelesaikan pekerjaan sekedarnya
Anda yang tidak membutuhkan tantangan, selalu menyelesaikan pekerjaan seadanya. Anda tidak pernah berusaha lebih baik lagi selama bos tidak menegur. Anda tak pernah punya motivasi untuk menjadi yang terbaik sehingga dalam bekerja Anda cenderung ‘asal selesai’. Kalau begini kejadiannya, nggak salah jika karir Anda ‘mentok’.
Menolak tugas baru
Tugas baru identik dengan tantangan baru. Jika Anda keseringan menolak tugas baru, Anda akan dicap tak mau maju. Sehingga jangan heran jika Anda tidak termasuk dalam daftar promosi.
Menjauhi atasan
Menghormati atasan memang wajib hukumnya. Tetapi jangan lantas menjauh. Menjauhi atasan hanya untuk menghindari tugas berat sama aja menjauhi promosi. Dekat dan akrab dengan atasan itu enak loh. Di antaranya Anda banyak mengetahui informasi tentang perusahaan. Dan so pasti memuluskan lajunya karir Anda. Asal Anda bisa mengambil hati atasan secara positif dan tanpa unsur ‘menjilat’ oke-oke aja lagi.
Sering menghilang
Sering menghilang dari kantor dalam waktu lebih dari dua jam tanpa kabar, atau bolos kerja tanpa alasan yang jelas membuat kredibilitas Anda hancur. Jika Anda keluar kantor atau tidak masuk karena suatu urusan, beritahukan bos atau rekan yang berkepentingan.
Kurang gaul
Rajin dan selalu fokus pada pekerjaan emang bagus, tapi jangan sampai nggak ‘care’ ama lingkungan. Percuma aja Anda punya keahlian yang oke tapi nggak punya kemampuan bergaul. Anda akan selalu merasa asing jika berkumpul dengan rekan-rekan. Akibatnya tidak banyak yang mengetahui keberadaaan Anda karena Anda selalu menarik diri dari pergaulan.
Nah, waspadailah hal tersebut. Jika ingin karir yang mulus Anda harus konsekuen menghindari penghambat karir Anda. Bekerjalah dengan giat tetapi jangan lupa untuk selalu mewaspadai apa saja yang dapat menjegal promosi jabatan Anda. Semoga Anda sukses…!
[glorianet dot org]