Perangkat lunak animasi3D Gratis November 6, 2008
Posted by upay in Free Software.add a comment
Ni software katanya bagus…cara kerjanya hampir sama dengan 3DMax, maya & prog animasi lainnya, walaupun belum sempet saya coba. Tapi yang penting sekali lagi GRATISSS…TISS…TISS…..TISS…mau ????? ga klo mau sedooottttttt
Free Download Manager November 4, 2008
Posted by upay in Free Software.add a comment
bwt yg suka nyedot nehh….ada software Freedownload manager..haratis loh, sesuai dgn namanya download manager…jd kita bisa ngatur file yang kita download mo simpan dimana, dan kalo kita sedang ngedownload tiba-tiba terputus…gag perlu khawatir karena FDM akan terus melanjutkan begitu kita merestart ulang kompie. silahkan sedot…..
Rambu-Rambu Cinta yang Anda Perlu Peka Oktober 19, 2008
Posted by upay in Loveee melulu.add a comment
Kadangkala, menjalin sebuah hubungan bagaikan naik mobil ke tempat yang asing, tanpa petunjuk apa pun. Rasanya menakutkan, bikin penasaran, tapi juga sering menimbulkan kejutan yang menyenangkan. Agar Anda tidak “tersesat”, simak dulu rambu yang berikut ini:
1. Menghabiskan waktu sendiri akan memperkuat ikatan
Yang namanya orang pacaran tentu ke mana-mana ingin berdua. Tapi, membagi waktu dan berkumpul dengan sahabat serta menjalani hobi, sama pentingya. “Saat Anda dan kekasih saling berjauhan, Anda jadi punya banyak cerita dan ide untuk dibagi bersama,” kata Jennifer Oikle, PhD. Lagi pula, saat Anda sedang tidak bersama si dia, pikiran Anda justru tertuju padanya dan muncul rasa rindu untuk bertemu dengannya.
2. Percayai insting
Secara alamiah, setiap wanita memiliki intuisi pada sesuatu yang tak beres. Jadi, bila Anda tak menerima kabar apa pun dari si dia selama dua hari, Anda patut curiga. Apalagi sekarang komunikasi sudah demikian mudah, tak cuma lewat telepon, tapi juga SMS, email, atau instant messenger. “Saat seseorang ingin mengakhiri hubungan, biasanya mereka kerap membuat jarak,” kata Paul Coleman, penulis buku The Complete Idiot’s Guide to Intimicay.
3. Mungkin Ia akan selingkuh lagi
Pria selingkuh bukan cuma karena rasa cinta yang mulai luntur, tapi juga rasa penasaran, pemuasan ego, dan sulit menahan godaan yang sudah di depan mata. Sebuah survei yang dilakukan oleh situs msnbc.com, menyebutkan, pria cenderung melakukan perselingkuhan dua kali. Jadi, bila si dia punya history pernah selingkuh dengan mantan kekasihnya, jangan terlalu mudah percaya padanya.
4. Ingin melindungi
Meski di dunia kerja Anda melihat kaum pria seolah tak mau kalah bersaing dengan wanita, namun sebenarnya mereka punya kebutuhan untuk melindungi, menjadi orang yang dibutuhkan oleh orang yang mereka cintai. “Pria merasa sangat berguna saat mereka bisa berbuat sesuatu untuk orang yang istimewa,” kata Allen Berger, PhD, penulis buku Love Secrets Revealed. Jadi, meski Anda adalah wanita mandiri yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tak ada salahnya mengizinkan si dia menunjukkan sisi maskulinnya.
5. Jangan takut putus
Banyak alasan mengapa seseorang ngotot mempertahankan hubungan yang sudah tidak sehat. Tak sedikit yang rela melakukan berbagai upaya untuk melanjutkan hubungan itu. Padahal sebuah studi terbaru menyebutkan, putus dari hubungan yang tidak sehat ternyata rasanya tidak sesakit apa yang selama ini mereka takutkan. Singkat kata, putus cinta bukan berarti dunia kiamat. Jadi, bila Anda merasa ia bukan orang yang tepat, jangan takut untuk memutuskan hubungan dan mencari kebahagiaan yang selama ini dicari.
Perbedaan Pria dan Wanita di Dunia Kerja Oktober 19, 2008
Posted by upay in Dunia Kerja.add a comment
SANGAT menyenangkan bila kita dapat bekerja sama dengan rekan sekerja pria. Perbedaan antara pria dan wanita, terutama dalam bidang komunikasi, sering membuat kita tertawa dan menjadi bahan yang menarik untuk diperbincangkan di tempat kerja. Hal ini juga membantu para wanita agar lebih mengerti dan menghargai bagaimana Tuhan menciptakan kaum pria.
Yang jelas, pendapat berikut bukan untuk menyamaratakan perbedaan antara pria dan wanita. Namun, walau bagaimanapun, selalu ada pengecualian yang didasarkan pada jender. Secara umum, perbedaan antara pria dan wanita di dunia kerja adalah sebagai berikut:
Perbedaan 1: Cara Berpikir
Pola pikir pria cenderung didasari pada fakta, sementara wanita cenderung pada konsep dan jalinan hubungan. Semangat wanita sama halnya dengan sistem kereta api bawah tanah, yaitu saling berhubungan, sedangkan semangat pria seperti kapal di atas lautan yang berlayar dari titik A menuju titik B.
Perbedaan 2: Cara Memerintah
Pria cenderung lebih tegas, sementara wanita lebih halus tetapi dengan penekanan di akhir kalimat. Di satu sisi mereka berusaha mempertahankan keharmonisan, tetapi di sisi lain mereka memberi penekanan seperti kata-kata yang diucapkan di akhir kalimat seperti, “Kamu bisa, kan?”
Perbedaan 3: Pemilahan
Pria dapat bekerja sama dengan orang yang tidak disukainya. Wanita pada umumnya sulit untuk dapat bekerja sama dengan orang yang tidak disukainya. Hal ini dikarenakan pria dapat memilah-milah, “Pekerjaan, ya, pekerjaan.” Sebaliknya, wanita dalam melakukan sesuatu selalu menghubungkan hal satu dan lainnya. Contohnya, bisa saja terjadi mereka tidak dapat bekerja dengan si X yang sering bercanda dengan cara tidak sopan.
Perbedaan 4: Mengekspresikan Perasaan
Bila seorang pria ingin mengutarakan perasaannya, mereka akan membicarakannya kepada istri atau kekasihnya. Paling tidak, pada orang terdekatnya. Sementara wanita dapat mengutarakan perasaannya kepada siapa saja, tidak selalu kepada orang yang dekat dengannya, baik kepada teman sekerja ataupun kepada sesama wanita yang sama-sama sedang mengantre di kasir. Bahkan kepada dokter dan tukang potong rambut pun mereka bisa bercerita dengan bebas.
Perbedaan 5: Pendekatan Saat Ada Masalah
Saat menghadapi masalah, pria akan berpikir untuk mencari jalan keluarnya. Bagi wanita, tidak cukup hanya dengan memikirkan permasalahan yang dihadapi. Wanita memerlukan seseorang untuk mendengarkan keluhannya walaupun orang tersebut tidak selalu harus memberi solusi. Pria memerlukan solusi. Pria senang memecahkan permasalahan, tidak hanya membicarakannya.
Perbedaan 6: Tujuan
Baik pria maupun wanita ingin mencapai tujuannya, tetapi masing-masing punya cara yang berbeda. Pria cenderung memfokuskan hasil akhir dan tertarik pada cara pencapaian usaha. Wanita lebih memfokuskan pada pencapaian sasaran dan cenderung untuk mempertimbangkan penilaian orang lain. Bila di dalam suatu rapat terdapat dua orang pria yang saling berdebat dengan serunya, maka hal itu tidak berarti mereka saling membenci.
Perbedaan 7: Komentar
Pria dapat memberikan komentar secara terus terang dan memotong pembicaraan orang lain bila ingin berkomentar, sementara wanita cenderung lebih peka dan berhati-hati. Oleh karena itu, bila Anda meminta pendapat kepada rekan pria, mereka akan langsung memberikan pendapatnya. Bila Anda tidak suka dan marah pada kejujuran mereka, sulit bagi mereka untuk dapat mengerti reaksi Anda. Jangan lupa, pendapat yang mereka berikan memang merupakan pendapat yang bukan ditujukan kepada pribadi karena pada dasarnya mereka tidak bermaksud untuk menyerang secara pribadi.
Perbedaaan 8 : Mengajukan Pertanyaan
Pria jarang mengajukan pertanyaan. Dan bila mereka bertanya, biasanya untuk mendapatkan informasi. Wanita sering mengajukan pertanyaan tetapi untuk dua alasan, yaitu untuk memperoleh informasi dan untuk menjaga jalinan suatu hubungan. Itulah sebabnya wanita sering mengajukan pertanyaan yang sebetulnya jawabannya telah mereka ketahui.
Perbedaan 9: Cara Menelepon
Pada umumnya pria berbicara lebih singkat di telepon. Sebaliknya, wanita senang mengobrol.
Nah, sekarang Anda sudah memahami perbedaannya, bukan? Tapi jangan lupa, hal itu tak berarti yang satu lebih baik dari yang lain. Wajar saja bila pria bersikap lebih terus terang. sedangkan wanita lebih peka serta cenderung lebih memerhatikan pentingnya sebuah hubungan. Perbedaan gaya yang dimiliki pria dan wanita justru akan dapat saling mengisi sehingga terjalin kerja sama yang lebih baik dengan adanya keterbukaan dan pengertian kedua belah pihak.
Semakin Optimis, Otak Semakin Cerah Oktober 19, 2008
Posted by upay in Personality.add a comment
DAERAH yang jauh di belakang mata itu menjadi aktif ketika orang berpikir mengenai hal baik yang terjadi di masa depan. Semakin optimis seseorang, area itu semakin cerah. Itu tampak dalam pemindaian otak sebagaimana dilaporkan ilmuwan dalam studi kecil yang dipublikasi secara online di The Journal Nature.
Bagian sama dari otak yang disebut rostral anterior cingulate cortex (rACC) kelihatan mengalami gangguan ketika orang depresi, demikian kata Elizabeth Phelps dari New York University dan Tali Sharot of University College London yang ikut dalam penelitian itu.
Para ahli dalam penelitian itu melakukan pemindaian MRI (Magnetic Resonance Imaging) terhadap 15 orang ketika mereka sedang memikirkan kemungkinan di masa depan. Ketika partisipan memikirkan soal kejadian baik, baik rACC maupun amigdala yang terlibat dalam respon emosi dan ketakutan diaktifkan. Namun, korelasi dengan optimisme terbesar ada pada cingulate cortex.
“Studi yang sama juga menemukan bahwa orang cenderung berpikir bahwa kejadian bahagia sudah dekat dan terlihat lebih jelas dibandingkan kejadian jelek, bahkan ketika mereka tak punya alasan untuk mempercayainya,” sebut Phelps. Psikolog sudah lama menyebut itu sebagai bias optimisme, tetapi studi terbaru memberikan detail-detail baru.
Ketika para peneliti meminta subjek untuk berpikir mengenai 80 kejadian berbeda di masa depan yang mungkin baik, buruk atau netral, mereka kesulitan berpikir negatif atau bahkan netral mengenai masa depan.
“Contohnya, ketika diminta memikirkan potongan rambut di masa depan, orang membayangkan potongan rambut terbaik dalam hidup mereka, bukannya potongan rambut biasa,” kata Phelps.
“Studi itu dinilai masuk akal dan menarik bersama-sama bagian baru dan berbeda dari riset soal optimisme dan otak,” kata Dan Schacter, profesor psikologi dari Harvard University yang tak tergabung dalam penelitian itu.
Sebenarnya membiarkan otak untuk berpikir optimis itu merupakan hal baik. “Sebab jika Anda pesimis mengenai masa depan, Anda tak akan termotivasi melakukan tindakan,” kata Phelps. (kompas.com)